SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAB 2


MENGELOLA ALIRAN SUMBER DAYA FISIK-MANAJEMEN RANTAI PASOKAN (SUPPLE CHAIN MANAGEMENT)

            Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasokan kepada perusahaan dan selanjutnya kepada pelanggan disebut sebagai rantai pasokan (supply chain). Aliran sumber daya melalui rantai passokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efisien. Manajemen rantai pasokan terdiri atas aktivitas-aktivitas berikut ini :
  •         Meramalkan permintaan pelanggan 
  •      Membuat jadwal produksi
  •      Menyiapkan jaringan transportasi
  •      Memesan persediaan pengganti dari para pemasok 
  •          Menerima persediaan dari pemasok 
  •          Mengelola persediaan bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi
  •      Melakukan produksi 
  •          Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan
  •      Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan


Sistem Elektronik


            Seiring dengan bergeraknya sumber daya melalui rantai pasokan, setiap tindakan akan dicatat dalam terminal computer yang terdapat di lokasi pemasok, di dalam area pengiriman perusahaan, di dalam kendaraan yang digunakan oleh transportir, dan di lokasi pelanggan. Seiring dengan terkumpulnya data, sistem informasi perusahaan akan diperbaharui untuk menggambarkan lokasi terakhir dari sumber daya yang sedang dilacak. Kemampuan untuk melacak aliran sumber daya seiring dengan terjadinya, akan memberikan kontribusi pada manajemen rantai pasokan.

Manajemen Rantai Pasokan dan Sistem Perencanaan Sumber Daya Usaha

            Manajemen rantai pasokan hanya salah satu aspek dari sistem perencanaan sumber daya perusahaan , namun memaikan peranan yang sangat penting dalam operasi. Penggunaaan sistem ERP dari vendor yang sama (SAP, Oracle, atau produk lainnya) oleh para anggota di dalam rantai pasokan akan membantu memfasilitasi aliran informasi rantai pasokan. Tetapi biaya suatu sistem ERP dapat menjadi sangat tinggi, dan mungkin tidak semua anggota di dalam rantai pasoka ingin membeli peranti luna ERP.
            Ketika salah satu anggota memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar di atas anggota yang lain, misalnya yang dimiliki oleh pengecer besar seperti Wal-Mart terhadap para pemasoknya, maka anggota yang lebih kuat akan dapat memberikan tekanan pada anggota yang lain untuk menggunakan peranti lunak ERP yang sama. Dalam hal ini, perpindahan data dari satu anggota ke anggota yang lain akan terfasilitasi dan semua anggota akan dapat meraih keuntungan, tetapi anggota terkuat dari rantai pasokanlah yang biasanya akan menerima keuntungan terbesar.

Keunggulan Kompetitif

            Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Satu hal yang tidak selalu terlihat jelas adalah fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan di dalam pasar.

Rantai Nilai Porter
           
            Profersor Harvard Michael E. porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan topik keunggulan kompetitif. Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulan diatas para pesaingnya. Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai, seperti yang digambarkan pada figure 2.3, yang terdiri atas aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada margin. Margin adalah nilai dari produk dan jasa perushaaan setelah dikurangi harga pokoknya, seperti yang diterima oleh pelanggan perushaaan.
            Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagai aktivitas nilai. Aktivitas nilai terdiri atas dua jenis: utama dan pendukung aktivitas nilai utama ditunjukkan pada bagian bawah figure 2.3 dan meliputi logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, logistik output yang memindahkan barang kepada pelanggan dan mendapatkan pesanan.
            Aktivitas nilai pedukung terlihat pada lapisan bagian atas figure 2.3 dan mencakup infrastruktur perusahaan, bentuk organisasi yang secara umum akan memengaruhi seluruh aktivitas utama. Sebagai contoh, spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perushaan.

 Tantangan Dari Pesaing-Pesaing Global

            Persusahaan multinasional adalah sebuah perusahaan yang beroperasi lintas produk, pasar, Negara, dan budaya. Perushaaan multinasional terdiri atas perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan.  Kalangan profesional dan staf yang bekerja di Negara lain yang bersaing untuk pekerjaan yang sama seperti yang terjadi dinegara tuan rumah juga dapat dianggap pesaing. Semakin banyak perushaan AS mengontrakan sebagian operasi mereka ke luar negeri. India sebelumnya merupakan tujuan utama, tetapi Cina, Irlandia, Skotlandia, Rusia, dan Negara-negara lain di Eropa. Bahkan kenyataannya, beberapa perusahaan outsourcing india ternyata mengontrakan pekerjaan mereka kepada Cina. Alasan utama menggunakan outsourcing adalah ekonomi. Biaya buruh Cina berkisar 25 persen dari biaya buruh AS, namun outsourcing juga memiliki kelemahannya sendiri. Satu hal khususnya sangat penting bagi outsourcing TI adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang dibeberapa Negara tidak mendapat perlindungan yang memadai. Satu cara mengatasi masalah HAKI adalah dengan mengakuisisi perusahaan outsourcing asing, sebagai contoh di tahun 2004 IBM membeli Daksh eService, salah satu perusahaan call-center terbesar di India.

Kebutuhan Khusus Untuk Pemrosesan Informasi di Perusahaan Multinasional

            MNC adalah sebuah sistem terbuka yang berusaha untuk meminimalkan ketidakpastian yang terdapat dalam lingkungannya. Dalam konteks ini, ketidakpastian adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi. Kebanyakan eksekutif MNC menyadari bahwa mereka akan dapat mengatasi pengaruh lingkungan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kebutuhan Khusus untuk Koordinasi di Perusahaan Multinasional

            Koordinasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar global. Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di seluruh dunia dan mengelolanya dengan cara yang terkoordinasi secara global, tidak akan dapat meraih kesuksesan dalam perusahaan Internasional. Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah tantangan koordinasi semakin besar bagi MNC dibandingkan sebuah perusahaan yang membatasi aktivitasnya hanya di Negara asalnya. Sumber daya informasi yang tersebar peranti keras, peranti lunak, dan pegawai menjadi sulit untuk dikelola dan dapat diatur oleh praktik-praktik bisnis yang saling bertentangan. Kabar baiknya adalah bahwa kemajuan di bidang teknologi informasi, metodologi, dan komunikasi telah membuat koordinasi global menjadi jauh lebih mudah.

Keuntungan Koordinasi 

            Banyak keuntungan yang diperoleh oleh MNC adalah karena memiliki kemampuan pemrosesan informasi yang baik didasarkan pada kemampuannya dalam berkoordinasi. Keuntungan koodinasi antara lain meliputi :
·         Fleksibelitas dalam merespons pesaing di berbagai Negara dan pasar
·         Kemampuan untuk merespons perubahan yang terjadi di satu Negara pada satu Negara lain atau satu wilayah daln satu Negara lain.
·         Kemampuan untuk meyamai kebutuhan pasar di seluruh dunia
·         Kemampuan untuk berbagi pengetahuan antarunit di berbagai Negara
·         Mengurangi biaya operasi secara keseluruhan
·         Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
·         Kemampuan untuk meraih dan mempertahankan keragaman produk perusahaan dan juga bagaimana produk diproduksikan dan didistribusikan





TANTANGAN DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI GLOBAL

            Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan, tetapi ketika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya harus mengatasi beberapa kendala yang unik. Istilah sistem informasi global (GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas Negara.
           
     Berikut adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembangan GIS :

Kendala-kendala Politis
            Pemerintah nasional di suatu Negara dimana anak perusahaan berada dapat menerapkan beragam pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami kesulitan untuk memasukkan anak perusahaan tersebut kedalam jaringan. Pembatasan yang umum adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi. Karena infrastruktur telepon biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dah bukannya perusahaan swasta, hal ini dapat menjadi suatu rintangan yang cukup berat.

Rintangan Budaya dan Komunikasi 
            Antarmuka (interface), GIS harus tetap konsisten meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda. Kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik dan icon untuk berinteraksi dengan pengguna dan tidak terlalu bergantung pada perintah yang diketikan kedalam field. Selain itu, masalah rancangan GIS juga dapat diselesaikan dengan menawarkan beragam format yang memiliki fungsionalitas yang sama.

Masalah-masalah Teknologi
            Di beberapa Negara, sumber listrik yang dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk. Karena banyak Negara yang tidak memperhatikan hak cipta atas peranti lunak dan menutup mata pada peranti lunak bajakan, beberapa vendor peranti lunak menolak untuk berbisnis di beberapa Negara tertentu.

Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan
            Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat bantuan, dan mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu hal yang tidak perlu. Manajemen kantor di luar negeri juga dapat melihat GIS sebagai salah satu jenis pengawasan dari “Big Brother”. Dengan segala kemungkinan masalah di atas, adalah mukjizat kecil jika MNC mencoba mntuk mengembangkan GIS. Meskipun menghilangkan seluruh masalah di atas adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan, pengaruh MNC dapat diminimalkan dengan mengikuti strategi yang terencana dengan baik yang dituangkan ke dalam rencana strategis sumber daya informasi